Minggu, 09 Desember 2012

Bahaya diaper pada bayi

Dizaman modren dan instan seperti sekarang, bunda dimanjakan dengan segala hal yang praktis termasuk popok sekali pakai untuk sikecil. Bunda yang bekerja akan sangat dibantu dengan adanya diaper yang sering kita sebut pampers. Karena biasanya saat malam hari agar bunda bisa beristirahat karena esok harinya bekerja, popok sekali pakai sangat membantu bunda agar tidak bangun berkali kali karena si kecil ngompol. Bahkan bunda yang tidak bekerjapun lebih suka menggunakan pampers pada bayinya karena selain praktis, bunda tidak lelah karena harus mencuci celana bayi berkali kali. Permasalahannya adalah apakah pemakaian popok sekali pakai aman untuk bayi kita?

Ada hal-hal yang harus kita perhatikan untuk popok sekali pakai, berikut dampak negatif yang ditimbulkan oleh diaper :
  • Tidak sehat karena byk mengandung dioxin, furan dan kimia lainnya. Tau sendiri kan kulit bayi sangatlah rentan, resiko jangka pendeknya mungkin hanya timbul ruam atau iritasi kulit karena uap panas yang disebabkan bahan kimia dan pemutih yang terkandung dalam popok sekali pakai. Sirkulasi udara di area kelamin yang satu derajat lebih tinggi suhunya (saat memakai popok sekali pakai) juga lama-kelamaan bisa mempengaruhi produksi sperma (bisa menyebabkan kemandulan). Bahan pada disposable yang mirip pembalut perempuan pun bisa menjadi salah satu penyebab kanker serviks pada perempuan. Selengkapnya bisa dibaca disini dan disini
  • Tidak ramah lingkungan. Coba bayangin, kalo si kecil minimal pakai pampers 4x sehari, maka dalam setahun ia butuh 1460pcs atau sekitar 2900pcs hingga ia berumur 2 tahun. sedangkan Plastik sendiri merupakan bahan yang sulit diuraikan oleh tanah, butuh sekitar 500thn agar bisa benar-benar terurai. Belum lagi "air lindi" (air kotor dan bau yang berasal dari sampah) yang berisi virus dari tinja manusia (termasuk vaksin hidup dari imunisasi rutin masa kanak-kanak) dapat merembes ke dalam bumi dan mencemari persediaan air bawah tanah. Virus-virus ini termasuk hepatitis A, virus Norwalk dan virus Rota (penyebab diare akut).. hiiii.. seremm.. Sumbernya dari sini  
  • Anak lambat belajar pipis atau bab. Terlalu lama menggunakan pampers juga berdampak pada lambatnya anak belajar pipis sendiri maupun BAB. Karena biasanya kalau menggunakan pampers, dia akan pipis sesukanya tanpa bisa memiliki ide untuk mengatur pipisnya.
  • Tidak ekonomis. Bayangkan bunda kalo dalam sebulan bisa membeli 3 bungkus @ 40 pcs diapers seharga @ 90 ribu x 3 = 270ribu x 12 bulan = 3,240,000,- uang segini udah bisa beli apa yah bunda? 
Saat ini sudah banyak dijual popok2 kain dipasaran yg mirip pampers namun bisa digunakan berkali kali, mungkin ini akan menjadi pertimbangan bunda ya...

So....bunda mau pilih yang mana?

-ly-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar